Sunday, November 23, 2008
if yOu Smell...Lalalaalaalala
Posted by
amirul
at
8:49 AM
0
comments
Friday, November 14, 2008
wanita hari ini
Posted by
amirul
at
9:33 AM
3
comments
Tuesday, November 11, 2008
kisah bibik aku kawin dgn aku(kire love story la jgk)
sebelum itu
aku LISTkan ape yg aku buat hari ni
- aku bgn pukul 10 then main internet sampai lunch break
- aku main badminton dgn azim smpai peluh aku habis kering..aku kalah semua set hari
- aku dapat tawaran masuk uitm..alhamdullilah
- aku dicelebrate kat chinese restaurant(halal punye) sempena bapak aku nk pegi amerika dan aku akn cerita pasal bibiks2 aku
bermula lah kisahnye.....
Di sini aku evaluate sebab aku tgh bosan...ouh..ye pasal bibiks-bibiks aku...aku ade 4 bibik yg berlainan bangsa dan bahasa...cuma kejelitaan saja yang berbeza..
mula2 mcm ni family aku dulu senang mak ayah aku x sibuk sangat ke out station...happy lah kitorang(ni aku letak skali dgn lagu when ur gone:avril lavigne)
after few years..parents aku sibuk dgn kerja masing2...so sampai nak masak..nak ngemas,,nak tukar turbo..tukar wastgate(kalau lelaki gile keto akan paham)..so kat sini lah family kitorang susah nak juga hal2 masing2 lah....
one day,mak aku dapat call daripada egensi2 model-model international dari syarikat gergasi(MAYBELLINE)..C.E.O company tu org nepal..name die karam papadom a/l arumugam..
so kat sini lah perbualan bermula...
c.e.o : hello..may i speak with the madam?(loghat british)
mak :ho ni aku tengoh kecek..mu nok gapo?serabut laa telefon aku ado kijo ni
c.e.o :i'm very very sorry madam..if i am not mistake..you really need a "bibik".am right i..?(loghat british lagi)
mak: ho..mu ado ko dale 4 ore dan dio ni keno btul2 kate(gagah)
c.e.o:oh my god..madam..may i know what job that they need to do?(loghat british lg)
mak: 1.tuke cuci jambe(basuh tandas)
2.tuke wi bajo ko pokok rafflesia kat lanskap aku(bajo=fertilizer)
3.tuke wi dedok ko gajoh aku(dedok=dedak)
4.tuke masok
c.e.o:oh dear.it such an honour and easy for me madam..don't be worry..when we can start madam?(loghat british lagi)
mak:aku nok..slalu..slalu...
c.e.o:no problem madam..
tamat lah perbualan mereka..
after a few hours..loceng rumah aku berbunyii
mak aku bukak pintu tiba2 ade 4 bibiks berada di depan umah..mak aku terkejut beruk tgk bibiks2 sekalian..kerana ape yang diminta semua terlaksana oleh syarikat MAYBELINE..syabas
ni lah bibiks2 yg akan melaksanakan kerja kat umh aku...

nama:bibik semah(ex aku dulu)
mak aku suh die jaga pokok "unik" die

nama :bibik dewi ammagedebok
mak aku duh die cuci jamban(makesure bersih 24 jam mcm 7-e)

name: bibik suryanti warjajoyo
mak aku suh die masak masakan indon,jepun,western

name:bibik zeta albukaki(keturunan penjajah portugis)
mak aku suh die jaga "pet" die sbb die ade pedang
nmpak nye die pakar dlm haiwan ternakan
a few years later
3 bibik ni peluk islam sebab tertarik dgn perwatakan mak aku
then keempat2 bibik ni berpoligami dgn aku dan live under one roof
lastly..the kitorang dikurniakan 40 org anak dan happily ever after(dgn lagu cinderella disneyland)
happy ending...best x...wuahahah
Posted by
amirul
at
10:22 PM
3
comments
Sunday, November 9, 2008
This Pictures are meAningful to me and us...
Posted by
amirul
at
11:48 PM
0
comments
apA Erti jihad bagi Kamu???

Jihadun Nafs (Jihad melawan diri sendiri)
Jihadusy Syaithan (Jihad melawan syaithan)
Jihadul Kuffar (Jihad melawan kaum kuffar)
Jihadul Munafiqin (Jihad menghadapi kaum munafiqin)

Berjihad untuk menghalau segala sesuatu yang dilontarkan oleh syaithan kepada manusia berupa syubhat dan keraguan yang dapat membahayakan perkara iman.
Berjihad untuk menghalau segala apa yang dilemparkan syaithan berupa kehendak buruk dan syahwat. Dari dua tingkatan ini, untuk tingkatan pertama barangsiapa yang mampu mengerjakannya akan membuahkan keyakinan. Dan tingkatan yang kedua akan membuahkan kesabaran.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَجَعَلْناَ مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُوْنَ بِأَمْرِناَ لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآياَتِناَ يُوْقِنُوْنَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimipin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat kami.” (As-Sajdah: 24)
Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan bahwa kepemimpinan dalam agama hanya akan diperoleh dengan kesabaran dan keyakinan. Sabar akan menolak syahwat dan kehendak buruk, adapun keyakinan akan menolak keraguan dan syubhat.
Dalil yang menjelaskan tentang jihadusy syaithan, firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
إِنَّ الشَّيْطاَنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُوْنُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيْرِ
“Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Perintah Allah dalam ayat ini agar menjadikan syaithan sebagai musuh, menjadi peringatan akan adanya keharusan mencurahkan segala kemampuan dalam memerangi syaithan, berjihad melawannya. Karena syaithan itu bagaikan musuh yang tidak mengenal putus asa, lesu, dan lemah dalam memerangi dan menggoda seorang hamba dalam selang beberapa nafas.” (Zaadul Ma’ad, 3/6)
Dalil yang menjelaskan tentang bagian ketiga dan keempat ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
يآأَيُّهاَ النَّبِيُّ جاَهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُناَفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ
“Hai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu dan bersikap keraslah terhadap mereka.” (At-Taubah: 73)
Jihad melawan kaum kuffar lebih dikhususkan dengan tangan (kekuatan), sedangkan melawan kaum munafiq lebih dikhususkan dengan lisan.
Bagian berikutnya, adalah jihad melawan kedzaliman, bid’ah, dan kemungkaran. Terdapat tiga tingkatan:
a. Berjihad dengan tangan apabila mampu, jika tidak maka berpindah kepada yang berikutnyab. Berjihad dengan lisan, jika tidak mampu berpindah kepada yang berikutnyac. Berjihad dengan hati
Dalil yang menjelaskan tentang bagian akhir ini adalah hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa melihat kemungkaran hendaknya ia ubah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hati. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari semua tingkatan dalam jihad yang tersebut di atas, terkumpullah tiga belas tingkatan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu: “Barangsiapa yang meninggal dan belum berperang serta tidak pernah terbersit (cita-cita untuk berperang) dalam dirinya, (maka ia) meninggal di atas satu bagian dari nifaq.” (HR. Muslim)
Kemudian Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, tidak sempurna jihad seseorang kecuali dengan hijrah. Dan tidak akan ada hijrah dan jihad kecuali dengan iman. Orang-orang yang mengharap rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala, mereka adalah yang mampu menegakkan tiga hal tersebut, yaitu iman, hijrah, dan jihad.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيْلِ اللهِ أُولَئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَةَ اللهِ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharap rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 218)
Sebagaimana iman merupakan kewajiban atas setiap orang, maka wajib atasnya pula untuk melakukan dua hijrah pada setiap waktunya, yaitu hijrah kepada Allah dengan (amalan) tauhid, ikhlas, inabah, tawakkal, khauf, raja’, mahabbah dan hijrah kepada Rasul-Nya dengan (amalan) mutaba’ah, menjalankan perintahnya, membenarkan segala berita yang datang darinya, dan mengedepankan perkara dan berita yang datang dari beliau atas selainnya.
Manusia yang paling sempurna di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala ialah yang menyempurnakan seluruh tingkatan jihad di atas. Mereka berbeda-beda tingkatannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, sesuai dengan penempatan diri mereka terhadap tingkatan jihad tersebut. Oleh karena itu, manusia yang paling sempurna dan mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah penutup para Nabi dan Rasul, yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena beliau telah menyempurnakan seluruh tingkatan jihad yang ada dan beliau telah berjihad dengan jihad yang sebenar-benarnya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukan jihad sejak awal diutus hingga wafatnya, baik dengan tangan, lisan dan hati serta hartanya. )
Wallahu a’lam.
Posted by
amirul
at
9:50 PM
1 comments
May ALL of you rest in peace...INNALILLAHIWAINNALILLAHIROJIUN

Iman Samudra and his loyal friend
TENGGULUN, Indonesia – Indonesia boosted security Sunday after three Islamic militants were executed for the 2002 Bali bombings that killed 202 people. Emotional supporters thronged ambulances carrying their caskets through narrow streets, some calling for revenge.
Several embassies, including those of the U.S. and Australia, urged citizens to keep a low profile, saying they could be targeted.
Imam Samudra, 38, and brothers Amrozi Nurhasyim, 47, and Ali Ghufron, 48, were brought before a firing squad near their high-security prison on Nusakambangan island in the middle of the night Sunday, said Jasman Panjaitan, a spokesman for the attorney general's office.
They refused blindfolds and died instantly, he said.
The Oct. 12, 2002 attacks — allegedly funded by al-Qaida and carried out by members of the Southeast Asian militant group Jemaah Islamiyah — were the first of several suicide bombings in the world's most populous Muslim nation.
Many of those killed were Western tourists, who packed into two nightclubs on the popular resort island on the busiest night of the week. Seven of the dead were American.
The three militants confessed to helping plan and carry out the attacks but were without remorse, saying they were meant to punish the U.S. and its Western allies for wars in Afghanistan and Iraq. Nurhasyim, ever gloating, came to be known as the "smiling bomber."
The executions ended years of uncertainty about the men's fate.Their lawyers launched several unsuccessful legal challenges that kept them in the media spotlight, frustrating relatives of victims and enabling the militants to rally supporters even while behind bars. They repeatedly demanded retaliation if their executions went forward.
Most in the nation of 235 million are moderate Muslims who have little sympathy for the bombers, but the men have strong support among an increasingly vocal radical fringe.
Thousands of supporters and onlookers lined streets in their home towns of Tenggulun and Serang, located in east and west Java. Some jostled for a glimpse of their caskets or headed to the cemetery with family members for the burials.
Muslim cleric Abu Bakar Bashir led the prayers in Tenggulun, home of Nurhasyim and Ghufron, one of their final requests.
Former militants allege Bashir headed Jemaah Islamiyah in the early 2000s. But while he was found guilty of giving his blessing to the Bali attacks, his conviction was overturned after he spent more than three years in jail.
The cleric said Saturday the bombers had "sacrificed their lives" for "the struggle of Islam."
Solikum, a 17-year-old student at a nearby hardline Islamic boarding school, was among those calling for revenge on Sunday, saying the three men were "holy warriors" who should not have been killed. Like many Indonesians, he goes by only one name.
Dozens of radicals scuffled briefly with police in the east Java town, but there were no serious disturbances.
The government took no chances, stepping up security at shopping malls, churches, and other sensitive locations, said Abubakar Nataprawira, spokesman of the national police.
At least two bomb threats were reported on Sunday, but both turned out to be hoaxes, he said.
It was a day of mixed emotions for survivors and relatives of victims — 88 of whom were from Australia.
Brian Deegan of Adelaide, who lost his son Josh in the bombings, said "the tears don't roll quite as often, that absolute gut-ache has diminished a bit," but nothing will ever make the pain disappear.
He opposes capital punishment and worries about revenge attacks, even though Jemaah Islamiyah has been severely weakened by hundreds of arrests, with its last attack occurring more than three years ago."There's no shortage around the world of persons that are prepared to commit suicide to achieve a result," Deegan said.
Others were relieved justice had been served at last.
"These guys went to set about mass murder and paid the highest penalty," said Peter Hughes of Perth, who suffered horrific burns in the bombings. "It doesn't feel good, but they did do the crime and they've paid for it."
Though the three Bali bombers said they were happy to die as martyrs, their lawyers argued they were convicted retroactively on anti-terrorism laws. They also opposed death by firing squad, saying their clients preferred beheadings because they were more "humane."
The three men were among more than 30 people convicted in connection with the twin nightclub blasts, the bloodiest of four suicide bombings blamed on Jemaah Islamiyah-linked militants.
One of the attackers walked into Paddy's nightclub on a busy Saturday night, setting off a bomb attached to his vest. Minutes later, a larger car bomb exploded outside the nearby Sari Club.
Most of the victims were revelers fleeing the first blast.
___
Associated Press writers Zakki Hakim, Ali Kotarumalos and Niniek Karmini in Serang and Jakarta, and Tanalee Smith in Sydney contributed to this report.
Is my english better now???actually (copy from yahoo)..hehehe
so what is comment about it?
some people said they are terrorist,,,some people said they are good man..they did this for Islam..so WHAT about you?waALLAHhuak'lam
Posted by
amirul
at
12:24 PM
0
comments
hermm..what a bad day.....
Posted by
amirul
at
11:04 AM
0
comments








